Monday, July 23, 2007

SMA Negeri Pilihan Jakarta dan kenaifan gue

Sudah tahu prosedur cara masuk SMA negeri pilihan di Jakarta ? Ini seperti yang diberitahukan oleh website Dikmentidki.

1. Mendaftar ke SMA yang telah ditentukan oleh Dikmentidki pada jadwal yang telah ditentukan.
2. Setiap SMA akan memberikan nilai NEM minimal untuk seleksi penerimaan sekolahnya dan setiap calon siswa disarankan memilih SMA yang dituju sesuai dengan nilai NEM minimal yang ditentukan oleh SMA tersebut, agar dapat lulus persyaratan seleksi.
3. Setiap sekolah di Jakarta hanya menerima 5% untuk penerimaan siswa dari luar Jakarta.
4. Informasi siswa yang lulus seleksi bisa dilihat di Website Diktinas per hari pendaftaran.

Setelah membaca ketentuan tersebut, apa yang ada dibenak di gue ? gileee, canggih amat seleksi masuk SMA Negeri Jakarta dan bebas KKN.
Pertama, hanya siswa yang sesuai dengan persyaratan NEM yang dapat masuk sekolah yang dituju, jika tidak ya pasti akan secara otomatis gugur.
Kedua, seleksi ini akan dipantau langsung oleh Dikmentidki.
Ketiga, karena mendaftar ke satu tempat, bagaimana mau "kongkalingkong" dengan SMA yang dituju, wong berkas kita ada ditempat panitia doang. Misalnya mau mendaftar ke SMAN XXX, gimana mau "minta tolong" Kepsek SMAN XXX itu, kan mereka enggak punya berkas calon siswa.
Kesimpulannya.... no KKN kan ?

Tapi ternyata "aku hanyalah manusia bodoh...." begitu kata Ada Band, yang tertipu dan tertipu lagi. Enggak tahu terlalu bodoh atau terlalu naif. Gue bener-bener pikir, tidak bisa melakukan KKN dengan sekolah manapun... but again, I was wrong.

Y, keponakan yang tinggal dirumah gue, pusing, NEM-nya dia 26,5 seharusnya bisa masuk ke banyak sekolah favorit di Jakarta, tapi berhubung kami tinggal di perumahan yang sudah masuk daerah Tambun, seluruh SMA pilihan tersebut seperti "menutup" pintu dengan alasan hanya menerima 5% dari calon siswa luar Jakarta. Seleksi periode pertama, gagal, namanya tercantum di website sebagai calon siswa yang "tidak diterima disekolah pilihan manapun".
Frustrasi.... mau sekolah dimana ? Mau daftar di sekolah Bekasi juga gak mungkin karena pindah rayon hanya boleh satu rayon sedangkan Bekasi juga berarti pindah rayon (secara kami tinggal di rayon Tambun, oke ?)

Sekolah swasta ? mana ada sekolah swasta yang bagus yang masih menerima pendaftaran hari gini, semua sudah tutup per Maret kemaren. Memang kesalahan kami, kami tidak mendaftarkan di sekolah swasta, karena terlalu pe-de pasti bisa masuk sekolah negeri.

Diantara keputus-asaan, datanglah "uluran tangan" itu, katanya bisa membantu" asal ada "uang bantu". No problem kita bilang, uang gak masalah, nasib masa depan anak lebih penting daripada segepok uang. 7 juta saja, done deal, deal done, pada periode kedua pendaftaran nama Y muncul di website dengan keterangan "diterima disekolah pilihan SMAN XXX".

Bersyukur ? tentu saja, akhirnya anak itu bisa sekolah di salah satu SMA favorit negeri di Jakarta.

Kesal ? tentu saja, kalau tahu bisa pakai "uang bantu" kan mending dari pertama diurusin, mana tahu malah bisa masuk sekolah paling favorit... tapi dengar-dengar sih masuk SMAN Jakarta yang paling favorit diperlukan "uang bantu 20 juta lebih".... walah....

Kesimpulannya ? hidup di Jakarta, uang saja tidak cukup, harus punya koneksi, koneksi saja tidak cukup, harus punya uang.

Jadi ? ya gue harus mengencangkan ikat pinggang lagi biar bisa menabung lebih banyak buat anak gue yang sekarang di TK ... kayaknya dijamannya dia nanti, 20 juta saja tidak cukup.... hiks.

Wednesday, July 11, 2007

It is a wonderful life

Nyetir sendirian ke kantor dengan perjalanan yang macet, Jumat pagi, gue ditemani Rod Stewart bernyanyi...

"What A Wonderful World"
(feat. Stevie Wonder)

I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself, what a wonderful world
I see skies of blue and clouds of white

The bright blessed day, the dark sacred night
And I think to myself, what a wonderful world
The colours of the rainbow, so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by

I see friends shakin' hands, sayin' "How do you do?"
They're really saying "I love you"
I hear babies cryin', I watch them grow
They'll learn much more than I'll ever know
And I think to myself, what a wonderful world
Yes, I think to myself, what a wonderful world

... Dan rasanya semua kenangan indah perjalanan hidup gue mampir dibenak gue dan jalanan tidak lagi macet .... Yes, I think to myself, what a wonderful world.....

Forgiven and Forgotten

Pernah dengar lagunya The Corrs "..... you are forgiven but not forgotten..." ? Jujur, gue lama baru memahami lagu ini, karena rada bingung juga dengan ungkapannya, loe dimaafkan tapi gak dilupakan ? maksudnya.... ?

Beberapa kejadian kemudian memberi gue pengertian yang dalam, kalau gue memaafkan.... ya maafkan dengan melupakan apa yang terjadi, kalau hanya sekedar memaafkan tapi tidak melupakan apa yang terjadi, judulnya gue dendam atau gue enggak ikhlas, atau gue hanya sekedar mengibarkan bendera putih, biar aman aja, tapi case is not closed yet.

Belajar untuk "forgive and forget", gue mencoba belajar dari Audrey, anak-anak usia 5 tahun, yang sudah cukup banyak berinteraksi dengan dunia dan lingkungannya, tapi masih dengan hati yang "putih". Bagi Audrey, jika kekesalannya sudah hilang, ya waktunya untuk minta maaf, jika sudah memaafkan, ya case is closed, kembali berteman dan ceria lagi.

Gampang gak buat Audrey untuk memaafkan ? Tidak juga. Dia juga perlu waktu. Dia juga perlu menenangkan diri. Dia juga perlu menguraikan permasalahannya dan mengambil kesimpulan bahwa orang lain itu telah merasa bersalah dan saatnya orang itu dimaafkan.

Gampang gak buat Audrey untuk meminta maaf ? Tidak juga. Dia juga perlu waktu untuk keluar dari kekesalan hatinya. Dia juga perlu waktu untuk mengakui kalau dia sudah nakal dan berbuat salah. Dia juga perlu waktu untuk keluar dari ego-nya dan mengatakan dirinya bersalah dan minta dimaafkan.

Audrey pernah cerita, disekolah, kalau ada yang nakal harus minta maaf kepada teman yang dinakalin. Kalau tidak mau minta maaf, harus membaca istighfar (meminta ampun kepada Allah) sebanyak 20 kali, atau tergantung "beratnya" kesalahan. Kata Audrey, kan lebih baik minta maaf daripada Istighfar. Mungkin bagi Audrey, lebih afdol meminta maaf kepada orang yang dinakalinnya daripada meminta maaf kepada Allah, karena kesalahan yang diperbuatnya adalah kesalahan "horizontal" jadi minta maaf-nya ya secara horizontal juga.

Bagaimana dengan gue ?
Entahlah... yang pasti meminta maaf dan memaafkan memang berat. Tapi jika sudah memutuskan untuk meminta maaf atau memaafkan, lakukan dengan hati dan kemudian lupakan permasalahannya. Kalau gak .... ya mungkin lebih baik baca Istighfar puluhan kali..... 20 kali udah gak mempan... :D

Tuesday, July 3, 2007

"Sex Survey"

Jangan panik dulu membaca judulnya…. Gue memang mengadakan “survey” tentang prilaku sex di kalangan karyawan swasta (ceilah, bahasanya keren banget tuh…) tapi sebenarnya hanya dilakukan pada sekitar 10 orang teman-teman dikantor, yang secara sukarela “menyerahkan” diri untuk ditanyakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kantor pada jam kantor. Dan bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan walaupun mukanya merah padam, atau secara malu-malu berterus terang, atau sebenarnya “white lies” supaya enggak ketahuan aslinya, ataupun sebenarnya juga pengen tahu jawaban orang lain, tapi ada juga yang memang bersemangat disurvey karena mikirnya setelah disurvey dapat mug cantik... walah....

Apapun pertanyaan dan jawabannya….. percayalah, ini hanya buat lucu-lucuan aja, jangan dimasukkin hati atau bergumam dalam hati kalau jawabannya sama dengan jawaban diri sendiri….hehehe.

Pertanyaan pertama “berapa kali melakukan ml dengan suami/istri dalam seminggu ?”
Jawaban terbaik :
- Dalam seminggu ? gilee, capek tau, dua minggu sekali juga belum tentu
- Suami gue demen, jadi paling kurang 3-4 kali seminggu tuh
- Tergantung mood, kalau istri gue juga kelihatan pengen, setiap hari juga dijabanin
- Waduh, pilem-pilem be-ef makin susah didapatkan jadi gimana ya ? (emang hubungan ?)
- Sekali seminggu minimal ….hehehehe (terus cengengesan lebar).
- Dua minggu sekali…. Itu juga kalau guenya “bisa” (maksudnya ….?)

Pertanyaan kedua “kalau ngajakin ml, siapa yang biasanya aktif yang “minta” duluan ?”
Jawaban terbaik :
- Biasanya gue cium-cium istri gue, pasti deh dia langsung tahu tujuan gue
- Biasanya gue kasih “kedipan mata”
- Kalau istri gue udah deketin gue pas nonton TV, gue dah tahu dia maunya apa
- Biasanya suami gue ngomong pas pulang kantor, tapi ya dilakukannya setelah anak-anak tidur.
- Kalau gue dah sikat gigi sebelum tidur, istri gue dah tahu gue maunya apa (walah, kalau gak ml berarti gak sikat gigi dong ?....gubrak)

Pertanyaan ketiga “biasanya pakai “gaya-gaya” ala kama sutra atau yang standard saja ?”
Jawaban terbaik :
- Dulu sih diawal-awal married ya semua gaya sudah pernah dicoba
- Pengennya sih ganti-ganti gaya, tapi istri gue ogah diajak “bergaya”
- Ganti-ganti gaya dong, kalau gak gitu ya cepat bosan lah
- Gue aktif mencari “gaya” baru di majalah cosmo, biar suami makin sayang
- Yaaa… istri mau diajak ml udah syukur, gak usah pake mikirin gaya lah
- Emang gaya kama sutra kayak apaan sih ?

Pertanyaan keempat buat suami ; “apakah istri pasti mendapatkan “big-O” setiap kali ml”
Jawaban terbaik :
- Kayaknya sih gitu ya, tapi kan katanya perempuan bisa “menipu” dalam hal ini
- Iya dong, “servis” gue kan canggih
- Kayaknya sih gitu, abis dia merem melek sih

Pertanyaan keempat buat istri : “apakah pasti mendapatkan “big-O” setiap kali ml”
Jawaban terbaik :
- Iya dooonnggg…. Rugi banget kalau enggak….

Monday, July 2, 2007

The power of love

Pernah dengar ada yang bilang kalau dia mencintai pasangannya dengan memberikan segenap hatinya kepada pasangannya ? Pernah dengar lagu patah hati ini "... take it my heart when you go... cause I don't need it anymore..."

Tanpa bemaksud mengecilkan arti cinta yang lain, tapi rasanya semua itu hanya klise kalau dibandingkan dengan apa yang dialami oleh teman gue ini. Jika ungkapan-ungkapan itu hanya sebatas kata-kata, teman gue, F, dia benar-benar memberikan hatinya kepada istrinya tercinta dalam pengertian seutuhnya, dalam arti yang sebenarnya.


Teman gue, F dan istrinya, mereka sudah dikarunia satu anak perempuan yang lucu banget. Tapi musibah sedang dekat dengan kehidupan keluarga kecil ini. Gue lupa tanya detailnya, tapi F bilang memang sudah lama diketahui kalau istrinya menderita hepatitis C, namun selama ini diyakini istri F sudah bersih alias sudah sembuh. Sampai ketika istrinya hamil sikecil, diketahui ternyata istrinya juga sedang menderita kanker hati. Gue pernah tanya sana sini, juga baca beberapa artikel mengenai kanker hati, kebanyakan memang kanker hati dipicu dari hepatitis C ini, yang walaupun memang cara penularan hepatitis C tidak semudah rekan-rekannya Hepatitis A dan B, namun si C ini memang lebih "sadis" terhadap tubuh manusia.


Singkat kata, dokter di Singapore memvonis kalau istrinya tidak segera mendapatkan transplantasi hati maka umurnya hanya tinggal hitungan hari. Memang manusia hanya bisa menduga, mendiagnosa, memprediksi, sedangkan kata akhir terpulang dari keputusan Yang Diatas, tapi manusia harus berusaha kan ? Donor hati ini, tidak seperti donor organ tubuh lainnya yang harus mendapatkan utuh satu organ sehingga harus menunggu sampai pendonornya meninggal. Hati bisa ditransplantasi sebagian, dan hati bisa tumbuh kembali sehingga pendonornya pun bisa tetap melanjutkan aktifitasnya. Sedangkan kriteria termudah dari pendonor hati adalah harus mempunyai golongan darah yang sama. Untuk hal ini, Orang tuanya istri F tidak mungkin mendonor karena sudah tua, kedua abang istrinya juga tidak memenuhi kriteria karena alasan kesehatan. Sedangkan F, selama ini meyakini bahwa golongan darahnya tidak sama dengan sang istri, sehingga hanya bisa pasrah tanpa tahu harus berbuat apa.

Suatu hari, tanpa tahu kenapa, F menuju ruang pemeriksaan lab, dan meminta dicheck golongan darahnya. To his suprise, ternyata golongan darahnya sama dengan sang istri. Mungkin saja F lupa golongan darahnya, atau memang dia tidak tahu sebenarnya golongan darahnya, atau ini memang mukjizat Tuhan ?

Mengetahui hal ini, tanpa membuang waktu, mereka berangkat ke Singapore agar F dapat mendonorkan darahnya. Dimeja operasi diketahui ternyata kerusakan hati sang istri sudah banyak sekali, sehingga F harus mendonorkan lebih dari sebagian hatinya kepada istrinya.

Jadi jika ada yang bertanya .... apakah ada orang yang benar-benar mencintai istrinya dan memberikan hatinya kepada sang istri ? Gue sekarang menjawab dengan yakin.... ada, teman gue F.

Apakah ini happy ending ? Belum.
Hari ini gue mendapatkan berita sedih lagi, setelah 2 tahun berlalu, setelah kesehatan mereka berdua sudah pulih, istri F kembali didiagnosa kalau kankernya telah menyebar sampai ke otak. Sakit kepala yang sering diderita istri F selama ini ternyata adalah kanker yang berasal dari kanker hatinya, dan sekarang telah sebesar 3 cm.... Astaghfirullah, ternyata cobaan Allah belum selesai untuk mereka.

Sekarang mereka berdua sedang di Singapore, kembali melewati hari-hari di Rumah Sakit untuk berjuang mendapatkan kesembuhan kembali.

Doa kami untuk mu.
F, tabah ya teman.