17 Agustusan
Ada yang sama setiap menjelang bulan Agustus, adanya gerakan kasak kusuk untuk mempersiapkan perayaan 17-an dalam rangka ulang tahun Republik ini. Gerakan ini seperti digerakkan oleh kekuatan tak tampak yang mampu menghembuskan semangat untuk memperingati 17-an ini. Dan semangat ini mampu membuat para penghuni komplek yang biasanya memilih tidur dirumah atau beristirahat bersama keluarga untuk keluar malam-malam dan berkumpul disuatu rumah untuk membicarakan persiapannya.
Tapi juga ada yang sama setiap perayaan 17-an ini, keluarga yang aktif merayakannya dari tahun ke tahun juga tidak berubah. Yang berubah paling adanya tambahan keluarga baru yang baru pindah ke komplek kami, dan ini untuk mengkompensasi berkurangnya keluarga yang pindah keluar dari komplek kami. Secara number, jumlah keluarga yang aktif berperan tidak berubah.
Tapi ini tidak mengurangi semangat yang telah terbangunkan. Warga tetap aktif. Mungkiin juga banyak yang itung-itung sebagai reuni setahun sekali anggota komplek yang jarang bertemu, untuk mempererat kembali hubungan silaturrahmi.
Untuk komplek kami, jadwal 17-an tidak tanggung-tanggung, pertandingan dimulai 3 minggu sebelum tanggal 17, dan diadakan setiap pagi-sore hari Sabtu dan Minggu.
Capek ? tentu saja. Alhasil jadwal pertandingan yang seharusnya jam 3 sore menjadi jam 5 sore, yang seharusnya jam 7 pagi menjadi jam 9 pagi.
Kapok merayakannya ? tentu saja tidak. Tahun lalu, tahun ini dan tahun depan, sang spirit akan terus menghembuskan semangat 17-an, sehingga tidak ada kata untuk mundur untuk tidak merayakannya.
Kapok menjadi panitia ? tentu saja tidak. Tidak menjadi panitia saja sudah rajin, apalagi yang jadi panitia.
Sampai sekarang aku masih mengagumi semangat 17-an ini. Walaupun Indonesia telah lama merdeka, tapi semangat untuk "merdeka kembali" setiap tanggal 17 Agustus tetap tinggi. Jika dulu caranya dengan berperang dan puncaknya dengan mengumumkan proklamasi, sekarang dengan cara bertanding antar team atau RT, dan puncaknya dengan mengadakan pesta semalam suntuk mengundang band tunggal yang penyanyinya bisa membawakan apapun lagu yang diminta.
Ini semangat yang tidak akan pernah padam.
Ini semangat yang tidak pernah aku mengerti.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
Links to this post:
Create a Link
<< Home