SMA Negeri Pilihan Jakarta dan kenaifan gue
Sudah tahu prosedur cara masuk SMA negeri pilihan di Jakarta ? Ini seperti yang diberitahukan oleh website Dikmentidki.
1. Mendaftar ke SMA yang telah ditentukan oleh Dikmentidki pada jadwal yang telah ditentukan.
2. Setiap SMA akan memberikan nilai NEM minimal untuk seleksi penerimaan sekolahnya dan setiap calon siswa disarankan memilih SMA yang dituju sesuai dengan nilai NEM minimal yang ditentukan oleh SMA tersebut, agar dapat lulus persyaratan seleksi.
3. Setiap sekolah di Jakarta hanya menerima 5% untuk penerimaan siswa dari luar Jakarta.
4. Informasi siswa yang lulus seleksi bisa dilihat di Website Diktinas per hari pendaftaran.
Setelah membaca ketentuan tersebut, apa yang ada dibenak di gue ? gileee, canggih amat seleksi masuk SMA Negeri Jakarta dan bebas KKN.
1. Mendaftar ke SMA yang telah ditentukan oleh Dikmentidki pada jadwal yang telah ditentukan.
2. Setiap SMA akan memberikan nilai NEM minimal untuk seleksi penerimaan sekolahnya dan setiap calon siswa disarankan memilih SMA yang dituju sesuai dengan nilai NEM minimal yang ditentukan oleh SMA tersebut, agar dapat lulus persyaratan seleksi.
3. Setiap sekolah di Jakarta hanya menerima 5% untuk penerimaan siswa dari luar Jakarta.
4. Informasi siswa yang lulus seleksi bisa dilihat di Website Diktinas per hari pendaftaran.
Setelah membaca ketentuan tersebut, apa yang ada dibenak di gue ? gileee, canggih amat seleksi masuk SMA Negeri Jakarta dan bebas KKN.
Pertama, hanya siswa yang sesuai dengan persyaratan NEM yang dapat masuk sekolah yang dituju, jika tidak ya pasti akan secara otomatis gugur.
Kedua, seleksi ini akan dipantau langsung oleh Dikmentidki.
Ketiga, karena mendaftar ke satu tempat, bagaimana mau "kongkalingkong" dengan SMA yang dituju, wong berkas kita ada ditempat panitia doang. Misalnya mau mendaftar ke SMAN XXX, gimana mau "minta tolong" Kepsek SMAN XXX itu, kan mereka enggak punya berkas calon siswa.
Kesimpulannya.... no KKN kan ?
Tapi ternyata "aku hanyalah manusia bodoh...." begitu kata Ada Band, yang tertipu dan tertipu lagi. Enggak tahu terlalu bodoh atau terlalu naif. Gue bener-bener pikir, tidak bisa melakukan KKN dengan sekolah manapun... but again, I was wrong.
Y, keponakan yang tinggal dirumah gue, pusing, NEM-nya dia 26,5 seharusnya bisa masuk ke banyak sekolah favorit di Jakarta, tapi berhubung kami tinggal di perumahan yang sudah masuk daerah Tambun, seluruh SMA pilihan tersebut seperti "menutup" pintu dengan alasan hanya menerima 5% dari calon siswa luar Jakarta. Seleksi periode pertama, gagal, namanya tercantum di website sebagai calon siswa yang "tidak diterima disekolah pilihan manapun".
Tapi ternyata "aku hanyalah manusia bodoh...." begitu kata Ada Band, yang tertipu dan tertipu lagi. Enggak tahu terlalu bodoh atau terlalu naif. Gue bener-bener pikir, tidak bisa melakukan KKN dengan sekolah manapun... but again, I was wrong.
Y, keponakan yang tinggal dirumah gue, pusing, NEM-nya dia 26,5 seharusnya bisa masuk ke banyak sekolah favorit di Jakarta, tapi berhubung kami tinggal di perumahan yang sudah masuk daerah Tambun, seluruh SMA pilihan tersebut seperti "menutup" pintu dengan alasan hanya menerima 5% dari calon siswa luar Jakarta. Seleksi periode pertama, gagal, namanya tercantum di website sebagai calon siswa yang "tidak diterima disekolah pilihan manapun".
Frustrasi.... mau sekolah dimana ? Mau daftar di sekolah Bekasi juga gak mungkin karena pindah rayon hanya boleh satu rayon sedangkan Bekasi juga berarti pindah rayon (secara kami tinggal di rayon Tambun, oke ?)
Sekolah swasta ? mana ada sekolah swasta yang bagus yang masih menerima pendaftaran hari gini, semua sudah tutup per Maret kemaren. Memang kesalahan kami, kami tidak mendaftarkan di sekolah swasta, karena terlalu pe-de pasti bisa masuk sekolah negeri.
Diantara keputus-asaan, datanglah "uluran tangan" itu, katanya bisa membantu" asal ada "uang bantu". No problem kita bilang, uang gak masalah, nasib masa depan anak lebih penting daripada segepok uang. 7 juta saja, done deal, deal done, pada periode kedua pendaftaran nama Y muncul di website dengan keterangan "diterima disekolah pilihan SMAN XXX".
Bersyukur ? tentu saja, akhirnya anak itu bisa sekolah di salah satu SMA favorit negeri di Jakarta.
Kesal ? tentu saja, kalau tahu bisa pakai "uang bantu" kan mending dari pertama diurusin, mana tahu malah bisa masuk sekolah paling favorit... tapi dengar-dengar sih masuk SMAN Jakarta yang paling favorit diperlukan "uang bantu 20 juta lebih".... walah....
Kesimpulannya ? hidup di Jakarta, uang saja tidak cukup, harus punya koneksi, koneksi saja tidak cukup, harus punya uang.
Jadi ? ya gue harus mengencangkan ikat pinggang lagi biar bisa menabung lebih banyak buat anak gue yang sekarang di TK ... kayaknya dijamannya dia nanti, 20 juta saja tidak cukup.... hiks.
Sekolah swasta ? mana ada sekolah swasta yang bagus yang masih menerima pendaftaran hari gini, semua sudah tutup per Maret kemaren. Memang kesalahan kami, kami tidak mendaftarkan di sekolah swasta, karena terlalu pe-de pasti bisa masuk sekolah negeri.
Diantara keputus-asaan, datanglah "uluran tangan" itu, katanya bisa membantu" asal ada "uang bantu". No problem kita bilang, uang gak masalah, nasib masa depan anak lebih penting daripada segepok uang. 7 juta saja, done deal, deal done, pada periode kedua pendaftaran nama Y muncul di website dengan keterangan "diterima disekolah pilihan SMAN XXX".
Bersyukur ? tentu saja, akhirnya anak itu bisa sekolah di salah satu SMA favorit negeri di Jakarta.
Kesal ? tentu saja, kalau tahu bisa pakai "uang bantu" kan mending dari pertama diurusin, mana tahu malah bisa masuk sekolah paling favorit... tapi dengar-dengar sih masuk SMAN Jakarta yang paling favorit diperlukan "uang bantu 20 juta lebih".... walah....
Kesimpulannya ? hidup di Jakarta, uang saja tidak cukup, harus punya koneksi, koneksi saja tidak cukup, harus punya uang.
Jadi ? ya gue harus mengencangkan ikat pinggang lagi biar bisa menabung lebih banyak buat anak gue yang sekarang di TK ... kayaknya dijamannya dia nanti, 20 juta saja tidak cukup.... hiks.


4 Comments:
Ck...ck...ck. Jadi begitu yah? Hueee. Kayaknya gue bakalan ikutan iket pinggang kenceng2 neh. Kalo Nikki SMA nanti, berapa biaya yg harus keluar? Huaaa... Terus. Emang kalo di Bekasi gimana sih? Masih gelap. Hahaha. SD kayaknya Nikki dah mulai di Bekasi deh.
Bu, gue jawab di sini ajah yak. Hehehe. Adeniumnya banyak daunnya gimana? Batangnya tinggi gak? Kalo batangnya tinggi, dan cuman daun doang, potong batangnya. :) Kira-kira deh. Setengahnya kek, atau potong sepertiganya. Terus, kasih pupuk deh.
Jadinya, nanti kalo tumbuh, pasti ada bunganya. Kalo bonggolnya dah gede, bisa juga dipotong batangnya, terus tutup pake plastik. Nanti jadinya bercabang-cabang, gak lurus doang batangnya. Dan bunganya? Tentu saja banyak. Kekekeke. Selamat mencoba yaaaaa...
Eh ini blog mbak Elminda mamanya Audrey yah? duuh pakabar? iya kalo leotnya ada yg disukai pake aja yaa..cuma buka blognya harus pake mozilla FF supaya kodenya kliatan..salam buat audrey yaa
gampang banget ngomongnya, terus gimana jadinya kalo cuma anak-gak-percaya-diri-yang-berduit doang yang bisa masuk sekolah BAGUS?
sementara anak anak yang susah payah ngapalin rumus ini itu berjuang mati matian EH tiba tiba kegeser sama anak2 macem diatas.
yang penting tuh belajar! biasain tuh anak lo yg masih tk buat belajar giat. CHEATING is not the only way right?
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
Links to this post:
Create a Link
<< Home