Wednesday, July 11, 2007

Forgiven and Forgotten

Pernah dengar lagunya The Corrs "..... you are forgiven but not forgotten..." ? Jujur, gue lama baru memahami lagu ini, karena rada bingung juga dengan ungkapannya, loe dimaafkan tapi gak dilupakan ? maksudnya.... ?

Beberapa kejadian kemudian memberi gue pengertian yang dalam, kalau gue memaafkan.... ya maafkan dengan melupakan apa yang terjadi, kalau hanya sekedar memaafkan tapi tidak melupakan apa yang terjadi, judulnya gue dendam atau gue enggak ikhlas, atau gue hanya sekedar mengibarkan bendera putih, biar aman aja, tapi case is not closed yet.

Belajar untuk "forgive and forget", gue mencoba belajar dari Audrey, anak-anak usia 5 tahun, yang sudah cukup banyak berinteraksi dengan dunia dan lingkungannya, tapi masih dengan hati yang "putih". Bagi Audrey, jika kekesalannya sudah hilang, ya waktunya untuk minta maaf, jika sudah memaafkan, ya case is closed, kembali berteman dan ceria lagi.

Gampang gak buat Audrey untuk memaafkan ? Tidak juga. Dia juga perlu waktu. Dia juga perlu menenangkan diri. Dia juga perlu menguraikan permasalahannya dan mengambil kesimpulan bahwa orang lain itu telah merasa bersalah dan saatnya orang itu dimaafkan.

Gampang gak buat Audrey untuk meminta maaf ? Tidak juga. Dia juga perlu waktu untuk keluar dari kekesalan hatinya. Dia juga perlu waktu untuk mengakui kalau dia sudah nakal dan berbuat salah. Dia juga perlu waktu untuk keluar dari ego-nya dan mengatakan dirinya bersalah dan minta dimaafkan.

Audrey pernah cerita, disekolah, kalau ada yang nakal harus minta maaf kepada teman yang dinakalin. Kalau tidak mau minta maaf, harus membaca istighfar (meminta ampun kepada Allah) sebanyak 20 kali, atau tergantung "beratnya" kesalahan. Kata Audrey, kan lebih baik minta maaf daripada Istighfar. Mungkin bagi Audrey, lebih afdol meminta maaf kepada orang yang dinakalinnya daripada meminta maaf kepada Allah, karena kesalahan yang diperbuatnya adalah kesalahan "horizontal" jadi minta maaf-nya ya secara horizontal juga.

Bagaimana dengan gue ?
Entahlah... yang pasti meminta maaf dan memaafkan memang berat. Tapi jika sudah memutuskan untuk meminta maaf atau memaafkan, lakukan dengan hati dan kemudian lupakan permasalahannya. Kalau gak .... ya mungkin lebih baik baca Istighfar puluhan kali..... 20 kali udah gak mempan... :D

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home