Wednesday, March 25, 2009

Aku semakin tua

Dalam hampir 2 tahun ini, banyak sekali kejadian dalam hidupku yang membuatku semakin "tua", aku kasih tanda kutip pada kata tua karena seharusnya tertulis "dewasa", untuk menyatakan pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam 2 tahun terakhir ini telah "menuakan" diriku, tidak hanya sekedar "mendewasakan" diriku.

Dimulai dari proses pengenalan diriku pada kehidupan yang sebenarnya - the true story of life, the moment of ruth, the real life of the real life. Kemudian aku hamil, 9 bulan kehamilan yang tidak gampang yang memberikanku makna sebenarnya dari kata "sabar" - however my son, I've never regretted to have you in my tummy, never, you are the greatest present from heaven. Kemudian peristiwa selama renovasi rumah - pelajaran hebat mengenai makro dan mikro ekonomi in real scenario, dan kemudian kejadian yang paling berpengaruh terhadap hidupku, Papa divonis mengidap kanker dan lama hidupnya hampir bisa dihitung oleh manusia - tamparan berulang dipipiku untuk mengingatkanku pada makna hidup dan kehidupan.

Apakah dengan peristiwa-peristiwa itu lantas menjadikanku tua ?
Akupun tak tahu jawabannya, mungkin aku hanya ingin menyombongkan diri bahwa aku sekarang sudah tua, bahwa tak ada satupun cerita kehidupan yang belum kulalui. Persis ketika waktu aku berusia 17 tahun, aku menyombongkan diri bahwa aku sudah tua berusia 17 tahun yang berarti aku sudah banyak tahu tentang kehidupan, padahal saat itu mengobati rasa sakit karena putus cinta saja tidak bisa.

Apakah dengan menjadi tua lantas manusia menjadi lebih sabar ?
Entahlah, mungkin aku hanya ingin pengakuan kalau diriku sekarang sudah mampu bersabar dan menahan kemaharan yang sangat menggelora pada saat yang bersamaan, padahal aku selalu mencari pohon dengan lobang besar dibatangnya untuk memuntahkan semua kemaharanku sehingga tetap bisa tersenyum pada setiap yang menyapa.

Apakah dengan sabar lantas menjadikanku lebih mengenal diriku?
Gak tahu juga, aku bahkan menjadi tidak mengenal diriku, karena aku menyembunyikan diriku agar tidak ada yang mengenal diriku ketika aku sedang berlakon dalam kehidupan, bukankah menjadi aktor lebih gampang daripada menjadi diri sendiri ?

Ah... sebenarnya jawaban dari pertanyaanku itu mudah saja
Aku merasakan dan memikirkan semua pertanyaan itu karena aku semakin tua.
A simple answer for a simple question kan.

Tuesday, October 23, 2007

New adventure, new experience - Sorong, here I am

Ini perjalanan dinas dari kantor yang tidak pernah direncanakan sebelumnya, membayangkannya saja tidak pernah, yaitu mengikuti perundingan antara karyawan dan management. Ditambah dengan masa perundingan yang juga tidak pernah dibayangkan sebelumnya.... 27 hari, yang juga melewati 10 hari Puasa. Masih ditambah dengan tempat perundingan, yang tanpa tugas ini mungkin tidak pernah terbayangkan akan datang ke tempat ini, yang bahkan sebagian besar orang Indonesia yang tinggal didaerah Barat Indonesia bahkan tidak mengetahui keberadaan tempat ini.... di Sorong, Papua.

Sebelum berangkat, my friend - my boss, mengatakan this gonna be my new adventure of life, my new experience, yang tidak setiap orang bisa mendapatkannya. He is correct.

Anggota perundingan terdiri dari - mungkin - hampir mewakili seluruh provinsi yang ada di Indonesia, dengan segala karakter khas masing-masing, dan mewakili dari masing-masing unit kerja. Ditambah dengan dua orang panglima perang dari dua suku berbeda.

Waktu perundingan dari jam 8.30 pagi sampai jam 5 sore, dari Senin sampai Sabtu.

Hari terakhir perundingan dimulai dari jam 08.30 pagi sampai jam 08.00 pagi keesokan harinya.

Jadwal detail :

  • Jam 8 turun ke restoran, breakfast (terkecuali pas Puasa)
  • Jam 8.25 ke ruangan meeting, buka notebook, mempersiapkan printer dan infocus
  • Jam 8.30 membuka perundingan dengan doa - karena most of us adalah Christian, jadi hampir seluruh acara doa dengan cara Christian
  • Berunding dimulai - skorsing - mulai lagi - skorsing lagi - mulai lagi - break - mulai lagi - skorsing lagi - notulensi - makan siang - mulai lagi - skorsing lagi - mulai lagi - break - mulai lagi - skorsing lagi - mulai lagi (noted : terkadang ada hari-hari dimana jumlah waktu skorsing lebih lama daripada jumlah waktu berunding. Berunding baru dimulai 10 menit, kemudian diskorsing sampai 4 jam)
  • Jam 4.30 notulensi
  • Jam 5 ditutup dengan doa
  • Beres-beres dokumen, tutup notebook, printer dan infocus
  • Dilanjutkan berkumpul dikamar pak ketua dengan diskusi
  • Berlanjut lagi dengan ngelobby - notulensi - budgeting - administrative matters - brain storming - meyakinkan direksi - updating direksi - karaoke - keliling kota sorong - baca koran di lobby hotel - nonton DVD pake infocus - and all the things that can be done to meet the goal of negotation or just to relieve the stress - dimulai dari setelah bubar perundingan sampai terserah mata mengijinkan dan otak masih mau diajak bekerja sama.

Stress ? pastinya sih, karena beban dari masing-masing team yang membawa kepentingan masing-masing yang tentunya juga mendapat tekanan untuk mencapai tujuan masing-masing. Bahkan ada yang berniat untuk bunuh diri dengan loncat dari lantai 3 - aku bilang itu bukan niat bunuh diri tapi cuma pengen patah kaki, wong cuma dari lantai 3. Ada yang mendinginkan kepalanya dengan mendekatkan kepalanya ke kipas angin. Ada yang memasukkan sedotan minuman ke hidung dan kupingnya selama perundingan. Dan 75% dari peserta pernah sakit. Beruntunglah 25% yang tidak sakit itu - dan salah satunya aku.

Enjoy ? pastinya sih, tawa dan canda bertebaran dimana-mana. 3 Supermarket di Sorong menjadi tempat pelarian yang paling digandrungi, seolah-olah belum pernah ke Supermarket sebelumnya. Atau sekedar menikmati angkot di Sorong yang terkenal dengan musiknya yang memekakkan telinga, dan ikutan bernyanyi kencang melampaui suara speaker angkot- this thing, I believe, you will not do it in other cities or other situation.

Akrab ? pastinya sih, 27 hari bersama melakukan kegiatan bersama-sama, arti kebersamaan menjadi lebih bermakna. Kalimat-kalimat "tidak ada dusta diantara kita", "sun-hole", "tidak ada anak diantara kita", "aku ingin mencintaimu seperti awan mencintai hujan...", "Oh Tuhaaan", ....., ...., hanya bisa dimengerti oleh kami. Orang lain akan memahaminya dengan berbeda.

Perang dingin antar team ? pastinya sih, kalau sedang dimeja perundingan, tapi perang dingin menjadi bubar begitu keluar dari ruangan - no hurt feeling - profesional banget deh, diruangan boleh gontok-gontokan mempertahankan pendapat, tapi diluar ruangan jadi friend banget kembali....

Home-sick ? lah iya laahhh.... malam-malam yang sepi dilorong kamar menjadi saksi bisu, tertangkap kamera cctv orang-orang yang sedang berbicara di hp berjam-jam, terlihat mesra, marah-marah, sedih, mesra kembali, berantem lagi.... hari-hari melewati hari ke 25, photo paling digandrungi adalah photo yang memperlihatkan bandara "Domine Eduard Osok", dengan harapan bisa segara kesana... agar bisa segera pulang.

Food-sick ? makanan favorit dihari terakhir adalah KFC dan bakso...dan ngidam bisa minum teh botol dingin karena di Sorong tidak ada teh botol. Yup, setelah berhari-hari makan enak, ikan bakar, sea food, chinese food.... yang paling dirindukan adalah makanan rumah dan yang tidak ada dijual di Sorong.

Deal or no deal ? selagi belum menjadi notulensi, tidak ada kesepakatan.... dilobby secara individu setuju, tapi dimeja perundingan berbeda lagi.

Hasilnya ? kesepakatan tercapai.



Dan yang pasti.... sekembalinya dari sana ..... terkadang bengong lalu ketawa sendiri.... semoga bukan gangguan jiwa..... semoga jiwa ini bisa sembuh kembali.

= Tulisan ini aku persembahkan untuk ke-29 teman-teman perundingan =
= Khususnya untuk ke-10 anggota team management =

Tuesday, August 14, 2007

17 Agustusan

Ada yang sama setiap menjelang bulan Agustus, adanya gerakan kasak kusuk untuk mempersiapkan perayaan 17-an dalam rangka ulang tahun Republik ini. Gerakan ini seperti digerakkan oleh kekuatan tak tampak yang mampu menghembuskan semangat untuk memperingati 17-an ini. Dan semangat ini mampu membuat para penghuni komplek yang biasanya memilih tidur dirumah atau beristirahat bersama keluarga untuk keluar malam-malam dan berkumpul disuatu rumah untuk membicarakan persiapannya.

Tapi juga ada yang sama setiap perayaan 17-an ini, keluarga yang aktif merayakannya dari tahun ke tahun juga tidak berubah. Yang berubah paling adanya tambahan keluarga baru yang baru pindah ke komplek kami, dan ini untuk mengkompensasi berkurangnya keluarga yang pindah keluar dari komplek kami. Secara number, jumlah keluarga yang aktif berperan tidak berubah.

Tapi ini tidak mengurangi semangat yang telah terbangunkan. Warga tetap aktif. Mungkiin juga banyak yang itung-itung sebagai reuni setahun sekali anggota komplek yang jarang bertemu, untuk mempererat kembali hubungan silaturrahmi.

Untuk komplek kami, jadwal 17-an tidak tanggung-tanggung, pertandingan dimulai 3 minggu sebelum tanggal 17, dan diadakan setiap pagi-sore hari Sabtu dan Minggu.

Capek ? tentu saja. Alhasil jadwal pertandingan yang seharusnya jam 3 sore menjadi jam 5 sore, yang seharusnya jam 7 pagi menjadi jam 9 pagi.

Kapok merayakannya ? tentu saja tidak. Tahun lalu, tahun ini dan tahun depan, sang spirit akan terus menghembuskan semangat 17-an, sehingga tidak ada kata untuk mundur untuk tidak merayakannya.

Kapok menjadi panitia ? tentu saja tidak. Tidak menjadi panitia saja sudah rajin, apalagi yang jadi panitia.

Sampai sekarang aku masih mengagumi semangat 17-an ini. Walaupun Indonesia telah lama merdeka, tapi semangat untuk "merdeka kembali" setiap tanggal 17 Agustus tetap tinggi. Jika dulu caranya dengan berperang dan puncaknya dengan mengumumkan proklamasi, sekarang dengan cara bertanding antar team atau RT, dan puncaknya dengan mengadakan pesta semalam suntuk mengundang band tunggal yang penyanyinya bisa membawakan apapun lagu yang diminta.

Ini semangat yang tidak akan pernah padam.
Ini semangat yang tidak pernah aku mengerti.

Wednesday, August 8, 2007

Apa arti cinta ?

Gue shock, bener-bener shock. Teman dekat gue, yang gue tahu kehidupan perkawinannya berjalan normal, baik-baik saja, sudah dikarunia anak 3 orang, cewek cantik semua, masih balita, alias ketiganya dibawah usia lima tahun, tiba-tiba kasih kabar dia mau mengajukan gugatan cerai... Tuhanku, betapa misterinya hidup ini.

Minggu sore itu dia telp gue, tanya mengenai lawyer yang bisa membantu banyak hal, katanya sih untuk urusan kantor, tapi gue menangkap kegelisahan dan kesedihannya, gue tanya if there is anything I can do help her, or if she needs someone to talk to. Dia jawab iya, dia perlu teman buat ngobrol. Ketika dia cerita semuanya, yang nangis bukan dia, tapi gue... suaminya selingkuh dengan orang yang selama ini dekat dengan dia, dan kelihatannya serius karena mereka sudah tunangan, makanya teman gue itu memutuskan untuk mundur dan mengajukan gugatan cerai.... gue enggak punya kata-kata buat menghibur dia, gue yakin semua kata-kata hiburan tidak ada yang bisa menghibur dia.

Teman-teman gue pernah cerita, jangan pernah mengajak adik, bahkan adik kandung, teman perempuan atau saudara perempuan untuk tinggal bersama kita. Kenapa kata gue ? Katanya seperti pepatah Jawa, cinta bisa bersemi karena sering bertemu. Dengan tinggal serumah, benih cinta yang tidak pernah ada bisa menjadi ada. Teman-teman gue juga sering mengingatkan, jangan sering-sering curhat atau berbagi cerita dengan teman lawan jenis. Kenapa kata gue ? Katanya seperti pepatah Jawa, cinta bisa bersemi karena sering ketemu.

Oke deh, memang cinta bisa bersemi kapan saja, tidak peduli walaupun kita sudah mempunyai cinta yang lain, walaupun kita masih remaja, walaupun kita sudah mempunyai keluarga, walaupun kita sudah mempunyai cucu, walaupun cinta itu sendiri sepertinya mustahil akan ada. Tapi apakah harus mengatasnamakan cinta untuk merusak sesuatu yang sudah ada ?

Kata teman-teman gue, perselingkuhan bisa terjadi karena seseorang merasakan ada yang hilang dari pasangannya dan menemukannya pada diri orang lain. Perselingkuhan juga bisa terjadi karena dia menemukan sosok yang tidak ada didiri pasangannya pada diri orang lain. Perselingkuhan juga bisa terjadi karena kebutuhan, karena keinginan diri sendiri, atau karena memang tergoda oleh orang lain. Tapi yang menjadi pertanyaan gue, apakah alasan-alasan itu menjadi sah ketika harus mengorbankan pasangan yang selama ini telah menemani dalam suka dan duka ? Apakah alasan-alasan itu menjadi sah ketika harus mengorbankan kebahagiaan keluarganya ? Apalah alasan-alasan itu menjadi sah ketika harus mengorbankan cinta anak-anaknya yang juga diperoleh atas nama cinta ? Apakah alasan-alasan itu menjadi sah ketika harus mengorbankan apa yang telah dia miliki untuk sesuatu yang masih belum pasti ?

Mungkin jawabannya iya, mungkin jawabannya tidak.

Bagi gue, mempertahankan perkawinan di era sekarang itu sulit sekali, dan keutuhan perkawinan menjadi barang langka. Tidak ada teori dan tidak ada buku yang bisa mengajarkan kita bagaimana caranya mempertahankan perkawinan. Semuanya benar-benar kembali ke diri masing-masing, apakah kita mau mempertahankan apa yang sudah kita miliki sekarang untuk besok dan selamanya.

Bagi gue, untuk jatuh cinta itu gampang sekali, tapi mempertahankan rasa cinta itu sulit sekali. Tidak ada teori dan tidak ada buku yang bisa mengajarkan kita bagaimana caranya mempertahankan rasa cinta ke pasangan. Semuanya benar-benar kembali ke diri masing-masing.

Dan pada akhirnya hanya bisa memasrahkan semuanya kepada Ilahi, Dia yang lebih tahu jalan kehidupan kita, berdoa dan berusaha untuk yang terbaik, hanya itu yang bisa kita lakukan.

Monday, July 23, 2007

SMA Negeri Pilihan Jakarta dan kenaifan gue

Sudah tahu prosedur cara masuk SMA negeri pilihan di Jakarta ? Ini seperti yang diberitahukan oleh website Dikmentidki.

1. Mendaftar ke SMA yang telah ditentukan oleh Dikmentidki pada jadwal yang telah ditentukan.
2. Setiap SMA akan memberikan nilai NEM minimal untuk seleksi penerimaan sekolahnya dan setiap calon siswa disarankan memilih SMA yang dituju sesuai dengan nilai NEM minimal yang ditentukan oleh SMA tersebut, agar dapat lulus persyaratan seleksi.
3. Setiap sekolah di Jakarta hanya menerima 5% untuk penerimaan siswa dari luar Jakarta.
4. Informasi siswa yang lulus seleksi bisa dilihat di Website Diktinas per hari pendaftaran.

Setelah membaca ketentuan tersebut, apa yang ada dibenak di gue ? gileee, canggih amat seleksi masuk SMA Negeri Jakarta dan bebas KKN.
Pertama, hanya siswa yang sesuai dengan persyaratan NEM yang dapat masuk sekolah yang dituju, jika tidak ya pasti akan secara otomatis gugur.
Kedua, seleksi ini akan dipantau langsung oleh Dikmentidki.
Ketiga, karena mendaftar ke satu tempat, bagaimana mau "kongkalingkong" dengan SMA yang dituju, wong berkas kita ada ditempat panitia doang. Misalnya mau mendaftar ke SMAN XXX, gimana mau "minta tolong" Kepsek SMAN XXX itu, kan mereka enggak punya berkas calon siswa.
Kesimpulannya.... no KKN kan ?

Tapi ternyata "aku hanyalah manusia bodoh...." begitu kata Ada Band, yang tertipu dan tertipu lagi. Enggak tahu terlalu bodoh atau terlalu naif. Gue bener-bener pikir, tidak bisa melakukan KKN dengan sekolah manapun... but again, I was wrong.

Y, keponakan yang tinggal dirumah gue, pusing, NEM-nya dia 26,5 seharusnya bisa masuk ke banyak sekolah favorit di Jakarta, tapi berhubung kami tinggal di perumahan yang sudah masuk daerah Tambun, seluruh SMA pilihan tersebut seperti "menutup" pintu dengan alasan hanya menerima 5% dari calon siswa luar Jakarta. Seleksi periode pertama, gagal, namanya tercantum di website sebagai calon siswa yang "tidak diterima disekolah pilihan manapun".
Frustrasi.... mau sekolah dimana ? Mau daftar di sekolah Bekasi juga gak mungkin karena pindah rayon hanya boleh satu rayon sedangkan Bekasi juga berarti pindah rayon (secara kami tinggal di rayon Tambun, oke ?)

Sekolah swasta ? mana ada sekolah swasta yang bagus yang masih menerima pendaftaran hari gini, semua sudah tutup per Maret kemaren. Memang kesalahan kami, kami tidak mendaftarkan di sekolah swasta, karena terlalu pe-de pasti bisa masuk sekolah negeri.

Diantara keputus-asaan, datanglah "uluran tangan" itu, katanya bisa membantu" asal ada "uang bantu". No problem kita bilang, uang gak masalah, nasib masa depan anak lebih penting daripada segepok uang. 7 juta saja, done deal, deal done, pada periode kedua pendaftaran nama Y muncul di website dengan keterangan "diterima disekolah pilihan SMAN XXX".

Bersyukur ? tentu saja, akhirnya anak itu bisa sekolah di salah satu SMA favorit negeri di Jakarta.

Kesal ? tentu saja, kalau tahu bisa pakai "uang bantu" kan mending dari pertama diurusin, mana tahu malah bisa masuk sekolah paling favorit... tapi dengar-dengar sih masuk SMAN Jakarta yang paling favorit diperlukan "uang bantu 20 juta lebih".... walah....

Kesimpulannya ? hidup di Jakarta, uang saja tidak cukup, harus punya koneksi, koneksi saja tidak cukup, harus punya uang.

Jadi ? ya gue harus mengencangkan ikat pinggang lagi biar bisa menabung lebih banyak buat anak gue yang sekarang di TK ... kayaknya dijamannya dia nanti, 20 juta saja tidak cukup.... hiks.

Wednesday, July 11, 2007

It is a wonderful life

Nyetir sendirian ke kantor dengan perjalanan yang macet, Jumat pagi, gue ditemani Rod Stewart bernyanyi...

"What A Wonderful World"
(feat. Stevie Wonder)

I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself, what a wonderful world
I see skies of blue and clouds of white

The bright blessed day, the dark sacred night
And I think to myself, what a wonderful world
The colours of the rainbow, so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by

I see friends shakin' hands, sayin' "How do you do?"
They're really saying "I love you"
I hear babies cryin', I watch them grow
They'll learn much more than I'll ever know
And I think to myself, what a wonderful world
Yes, I think to myself, what a wonderful world

... Dan rasanya semua kenangan indah perjalanan hidup gue mampir dibenak gue dan jalanan tidak lagi macet .... Yes, I think to myself, what a wonderful world.....

Forgiven and Forgotten

Pernah dengar lagunya The Corrs "..... you are forgiven but not forgotten..." ? Jujur, gue lama baru memahami lagu ini, karena rada bingung juga dengan ungkapannya, loe dimaafkan tapi gak dilupakan ? maksudnya.... ?

Beberapa kejadian kemudian memberi gue pengertian yang dalam, kalau gue memaafkan.... ya maafkan dengan melupakan apa yang terjadi, kalau hanya sekedar memaafkan tapi tidak melupakan apa yang terjadi, judulnya gue dendam atau gue enggak ikhlas, atau gue hanya sekedar mengibarkan bendera putih, biar aman aja, tapi case is not closed yet.

Belajar untuk "forgive and forget", gue mencoba belajar dari Audrey, anak-anak usia 5 tahun, yang sudah cukup banyak berinteraksi dengan dunia dan lingkungannya, tapi masih dengan hati yang "putih". Bagi Audrey, jika kekesalannya sudah hilang, ya waktunya untuk minta maaf, jika sudah memaafkan, ya case is closed, kembali berteman dan ceria lagi.

Gampang gak buat Audrey untuk memaafkan ? Tidak juga. Dia juga perlu waktu. Dia juga perlu menenangkan diri. Dia juga perlu menguraikan permasalahannya dan mengambil kesimpulan bahwa orang lain itu telah merasa bersalah dan saatnya orang itu dimaafkan.

Gampang gak buat Audrey untuk meminta maaf ? Tidak juga. Dia juga perlu waktu untuk keluar dari kekesalan hatinya. Dia juga perlu waktu untuk mengakui kalau dia sudah nakal dan berbuat salah. Dia juga perlu waktu untuk keluar dari ego-nya dan mengatakan dirinya bersalah dan minta dimaafkan.

Audrey pernah cerita, disekolah, kalau ada yang nakal harus minta maaf kepada teman yang dinakalin. Kalau tidak mau minta maaf, harus membaca istighfar (meminta ampun kepada Allah) sebanyak 20 kali, atau tergantung "beratnya" kesalahan. Kata Audrey, kan lebih baik minta maaf daripada Istighfar. Mungkin bagi Audrey, lebih afdol meminta maaf kepada orang yang dinakalinnya daripada meminta maaf kepada Allah, karena kesalahan yang diperbuatnya adalah kesalahan "horizontal" jadi minta maaf-nya ya secara horizontal juga.

Bagaimana dengan gue ?
Entahlah... yang pasti meminta maaf dan memaafkan memang berat. Tapi jika sudah memutuskan untuk meminta maaf atau memaafkan, lakukan dengan hati dan kemudian lupakan permasalahannya. Kalau gak .... ya mungkin lebih baik baca Istighfar puluhan kali..... 20 kali udah gak mempan... :D