New adventure, new experience - Sorong, here I am
Ini perjalanan dinas dari kantor yang tidak pernah direncanakan sebelumnya, membayangkannya saja tidak pernah, yaitu mengikuti perundingan antara karyawan dan management. Ditambah dengan masa perundingan yang juga tidak pernah dibayangkan sebelumnya.... 27 hari, yang juga melewati 10 hari Puasa. Masih ditambah dengan tempat perundingan, yang tanpa tugas ini mungkin tidak pernah terbayangkan akan datang ke tempat ini, yang bahkan sebagian besar orang Indonesia yang tinggal didaerah Barat Indonesia bahkan tidak mengetahui keberadaan tempat ini.... di Sorong, Papua.
Sebelum berangkat, my friend - my boss, mengatakan this gonna be my new adventure of life, my new experience, yang tidak setiap orang bisa mendapatkannya. He is correct.
Anggota perundingan terdiri dari - mungkin - hampir mewakili seluruh provinsi yang ada di Indonesia, dengan segala karakter khas masing-masing, dan mewakili dari masing-masing unit kerja. Ditambah dengan dua orang panglima perang dari dua suku berbeda.
Waktu perundingan dari jam 8.30 pagi sampai jam 5 sore, dari Senin sampai Sabtu.
Hari terakhir perundingan dimulai dari jam 08.30 pagi sampai jam 08.00 pagi keesokan harinya.
Jadwal detail :
- Jam 8 turun ke restoran, breakfast (terkecuali pas Puasa)
- Jam 8.25 ke ruangan meeting, buka notebook, mempersiapkan printer dan infocus
- Jam 8.30 membuka perundingan dengan doa - karena most of us adalah Christian, jadi hampir seluruh acara doa dengan cara Christian
- Berunding dimulai - skorsing - mulai lagi - skorsing lagi - mulai lagi - break - mulai lagi - skorsing lagi - notulensi - makan siang - mulai lagi - skorsing lagi - mulai lagi - break - mulai lagi - skorsing lagi - mulai lagi (noted : terkadang ada hari-hari dimana jumlah waktu skorsing lebih lama daripada jumlah waktu berunding. Berunding baru dimulai 10 menit, kemudian diskorsing sampai 4 jam)
- Jam 4.30 notulensi
- Jam 5 ditutup dengan doa
- Beres-beres dokumen, tutup notebook, printer dan infocus
- Dilanjutkan berkumpul dikamar pak ketua dengan diskusi
- Berlanjut lagi dengan ngelobby - notulensi - budgeting - administrative matters - brain storming - meyakinkan direksi - updating direksi - karaoke - keliling kota sorong - baca koran di lobby hotel - nonton DVD pake infocus - and all the things that can be done to meet the goal of negotation or just to relieve the stress - dimulai dari setelah bubar perundingan sampai terserah mata mengijinkan dan otak masih mau diajak bekerja sama.
Stress ? pastinya sih, karena beban dari masing-masing team yang membawa kepentingan masing-masing yang tentunya juga mendapat tekanan untuk mencapai tujuan masing-masing. Bahkan ada yang berniat untuk bunuh diri dengan loncat dari lantai 3 - aku bilang itu bukan niat bunuh diri tapi cuma pengen patah kaki, wong cuma dari lantai 3. Ada yang mendinginkan kepalanya dengan mendekatkan kepalanya ke kipas angin. Ada yang memasukkan sedotan minuman ke hidung dan kupingnya selama perundingan. Dan 75% dari peserta pernah sakit. Beruntunglah 25% yang tidak sakit itu - dan salah satunya aku.
Enjoy ? pastinya sih, tawa dan canda bertebaran dimana-mana. 3 Supermarket di Sorong menjadi tempat pelarian yang paling digandrungi, seolah-olah belum pernah ke Supermarket sebelumnya. Atau sekedar menikmati angkot di Sorong yang terkenal dengan musiknya yang memekakkan telinga, dan ikutan bernyanyi kencang melampaui suara speaker angkot- this thing, I believe, you will not do it in other cities or other situation.
Akrab ? pastinya sih, 27 hari bersama melakukan kegiatan bersama-sama, arti kebersamaan menjadi lebih bermakna. Kalimat-kalimat "tidak ada dusta diantara kita", "sun-hole", "tidak ada anak diantara kita", "aku ingin mencintaimu seperti awan mencintai hujan...", "Oh Tuhaaan", ....., ...., hanya bisa dimengerti oleh kami. Orang lain akan memahaminya dengan berbeda.
Perang dingin antar team ? pastinya sih, kalau sedang dimeja perundingan, tapi perang dingin menjadi bubar begitu keluar dari ruangan - no hurt feeling - profesional banget deh, diruangan boleh gontok-gontokan mempertahankan pendapat, tapi diluar ruangan jadi friend banget kembali....
Home-sick ? lah iya laahhh.... malam-malam yang sepi dilorong kamar menjadi saksi bisu, tertangkap kamera cctv orang-orang yang sedang berbicara di hp berjam-jam, terlihat mesra, marah-marah, sedih, mesra kembali, berantem lagi.... hari-hari melewati hari ke 25, photo paling digandrungi adalah photo yang memperlihatkan bandara "Domine Eduard Osok", dengan harapan bisa segara kesana... agar bisa segera pulang.
Food-sick ? makanan favorit dihari terakhir adalah KFC dan bakso...dan ngidam bisa minum teh botol dingin karena di Sorong tidak ada teh botol. Yup, setelah berhari-hari makan enak, ikan bakar, sea food, chinese food.... yang paling dirindukan adalah makanan rumah dan yang tidak ada dijual di Sorong.
Deal or no deal ? selagi belum menjadi notulensi, tidak ada kesepakatan.... dilobby secara individu setuju, tapi dimeja perundingan berbeda lagi.
Hasilnya ? kesepakatan tercapai.
Dan yang pasti.... sekembalinya dari sana ..... terkadang bengong lalu ketawa sendiri.... semoga bukan gangguan jiwa..... semoga jiwa ini bisa sembuh kembali.
= Tulisan ini aku persembahkan untuk ke-29 teman-teman perundingan =
= Khususnya untuk ke-10 anggota team management =

